LCentralinformationasean.com, Pati – Viralnya Pemberitaan simpang siur “Dua remaja ditemukan meninggal dunia”,di Kali Kedung Tapen , dan usai Kejadian tenggelam di Kali Tapen, Desa Guyangan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati itu , Kabarnya keduanya tenggelam usai melaksanakan kegiatan pramuka.
Kabar duka ini pun ramai Berseliweran di media sosial Facebook grup Kecamatan Winong. Pada unggahan 3 hari berlalu tambah Rama Sepekan kemudian menginformasikan kabar duka tragedi tersebut .
Dijelaskan dari BPBD kab Pati benar ada dua anak tenggelam di kali Tapen Guyangan.
Pada postingan itu pula Nitizen mengimbau kepada orang tua agar mengawasi anak-anaknya yang berenang di alam.
Dalam konten berjudul “Dua anak korban tenggelam di Kali Tapen Desa Guyangan Kecamatan Winong Kabupaten Pati” ini.
Semoga amal anak-anak tersebut diterima Allah dan orang tua yang ditinggalkan dianugragi ketabahan,” tulisnya seperti dilihat Wartawan CIA Minggu (10/11/2024).
Dari informasi yang dihimpun Wartawan CIA dari Fihak Sekolah MA Roudotus Subban,benar jika ada dua korban meninggal dunia berinisial MF (15), warga Batangan dan MK (19), warga Karangwotan.
Dari informasi awal, ada tiga remaja yang berenang selepas kegiatan pramuka,namun dalam penyelidikan diperkirakan ada 7 orang lebih yang mengalami sesak nafas , mengalami shock ,namun yang meninggal dunia ada Dua sedang lainnya ada yang dirawat dirumah sakit ada yang dengan sengaja disembunyikan dari pantauan keluarga Oleh Fihak sekolah ,Kilah seorang Nara sumber yang tidak puas dengan keterangan Sekolah.
Satu korban MF tenggelam. Setelah itu temannya MK mencoba untuk memberikan pertolongan.
Sementara temannya yang satu lagi berniat meminta bantuan kepada warga sekitar. Peristiwa Naas kedua remaja itu tenggelam dan ditemukan meninggal dunia bergulir pada Sabtu (9/11) sore.
Saat Dimintai konfirmasi, Kabid Kedaruratan pada BPBD Pati, Sutarno, membenarkan,benar adanya kejadian dua remaja yang selepas kegiatan pramuka meninggal dunia tenggelam di kali. Dia berkata kedua korban telah dievakuasi sore saat itu juga. Keduanya telah diserahkan kepada masing-masing keluarga.
“Tinggal bagaimana Kepolisian memproses Peristiwa ini ,sekalipun Keluarga katanya mengikhlaskan ,merelakan ,itu sangat jauh dari kepantasan dan hati nurani , hanya mungkin karena takut tuntutan fihak fihak ,sehingga fihak Sekolah MA Tawangrejo terkesan menutup nutupi Kasus ini” ungkap salah satu Nitizen.
Beberapa Media dan LSM sudah melaporkan peristiwa ini kepada Polresta Pati untuk melakukan Rekonstruksi Ulang ( 15/11/2024),Lembaga Bersama Reskrim Polresta Pati Mengajak semua fihak bersama sama memantau Perkembangan Penanganan Kasus ini ,agar sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi ,agar semuanya jelas dan transparan.
( Sholihul)












