Centralinformationasean.com, 18/12/2024, Pati , Polsek Sukolilo menggelar restorative justice atau keadilan restorative terhadap dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang masih di bawah umur.
Diketahui, dugaan penganiayaan itu terjadi di jalan Sukolilo-Purwodadi tepatnya di depan bengkel milik Bandi Desa Sukolilo hari Kamis 30 Maret 2023 sekitar pukul 17.00 Wib.
Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan, S.H MM menuturkan, pada Kamis 30 Maret 2023 malam mendapatkan laporan bahwa AM (16) Desa Sukolilo Rt.02/Rt.08 Kecamatan Sukolilo menjadi korban pemukulan oleh 5 orang.
Saat dimintai keterangan di Polsek Sukolia, korban AM menjelaskan Korban hendak membeli Makanan Buat berbuka puasa dengan keluarga, setelah pulang membeli makanan, para pelaku mengejar sesampainya TKP para pelaku langsung menganiaya dengan tangan kosong hinga mengenai kelopak mata dan kepala bagian atas sehingga korban mengalami luka lembam dibagian kelopak mata dan kepala.
Selanjutnya orang tua korban menghubungi Kapolsek Sukolilo selanjutnya setelah Polsek Sukolilo hadir di TKP dipimpin langsung Kapolsek Sukolilo para pelaku kabur meninggalkan Lokasi TKP. Karena tidak terima, akhirnya korban melapor ke Polsek Sukolilo.
Atas kejadian tersebut pihak orang tua korban menerima kan atas kejadian tersebut dengan pertimbangan Para pelaku masih berstatus pelajar setelah pelaku dapat diamankan oleh pihak Polsek Sukolilo selanjutnya sepakat diselesaikan secara damai (Restorasi Justice,) dengan membuat surat pernyataan.

Apabila permasalahan tersebut tidak segera terungkap tidak menutup kemungkinan akan terjadi aksi tawuran antar pemuda dikarenakan korban merupakan anak Tokoh pemuda Dk Lebak kulon desa Sukolilo sedangkan Para pelaku anak anak Dk Tengahan Desa Sukolilo.
Dalam restorative justice itu, korban dan pelaku yang sama-sama didampingi orangtuanya dipertemukan. Keduanya saling meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya atau perbuatan yang melanggar hukum lainnya.
“Keduanya juga berjanji akan menyelesaikan permasalahan yang telah terjadi lalu dengan cara damai dan kekeluargaan, pungkasnya.
( Sholihul)












