Centralinformationasean.com,27/11/2024) Resensi, Sepulang dari tahanan di Pulau Buru, banyak dari Aktivis kesulitan beradaptasi di masyarakat.
Stigmatisasi Komunis atau PKI benar benar meluluhlantahkan harapan dan cita2. Sehingga tak jarang cemoohan masih terus saja mereka terima.
Terutama oleh masyarakat yg terprovokasi dg istilah ‘penghianat’ bangsa. Rasa benci terhadap mereka yg komunis atau yang dikaitkan dengan komunis, selalu di pupuk.
Bahkan imbasnya, tidak hanya sampai di masyarakat, bahkan dlm mencari kerja utk menyambung hidup pun mereka kesusahan.
Ditambah dengan simbol ET dalam kartu penduduk, yg menandakan mereka orang yg hina sebagai mantan tahanan politik.
Hal ini (kesulitan Kesulitan) kemudian menjalar sampai ke anak cucunya hari ini. Intinya, semua yg kembali dari pulau Buru, dihabisi hidup dan penghidupannya.
Tapi beruntung, ada beberapa orang yg mampu melintasi kemelut yg ada tersebut. Mereka bukan kaya raya. Tapi mereka berhasil menunjukkan kualitas diri mereka di tengah masyarakat. Sehingga akhirnya mampu menjadi panutan dan tokoh masyarakat. Meskipun masyarakat tahu mereka adalah ET Buru.
Mereka mampu memberi inspirasi dan nilai lebih di lingkungannya. Bahkan mereka memperjuangkan persoalan yg dihadapi masyarakatnya sampai ke tingkat nasional. Masyarakat pun senang dan bersama sama melakukan perjuangan dan tuntutan.
Dan tuntutan itu pun menang. Semua karena mereka yg bekas di tahan di Pulau Buru. Semua karena mereka yg KTP nya di tandain khusus ET. Semua karena mereka yg di cap Komunis dan sebagainya. Semua karena mereka yg selalu dianggap hina dan jijik kehidupannya.
Tapi kini mereka mampu membuktikan bahwa apa yg di stigmakan, disebutkan, dialamatkan ke mereka itu, berbanding terbalik dari kenyataannya, dari kerja kerja nyata mereka di tengah masyarakat. Mereka menjadi yg beruntung diantara sekian dari yg kurang beruntung hidupnya di masyarakat.
Mereka mampu melintas arus melawan badai nestapa yg selama ini selalu menghantamnya. Semua kisah ini dicatat dalam buku kecil ‘ MELAWAN BADAI ” pernah di bedah Sabtu, 5 November 2016 di Togamas (info selengkapnya lihat di poster).
Kalau penasaran, mari datang beramai2 dan berdiskusi langsung dengan penulisnya. Salam.












