Kuantan Singingi – Keberadaan sebuah grup di platform media sosial Facebook dengan nama “Gay Kuansing” yang belakangan ramai diperbincangkan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Sejumlah warga menilai konten yang beredar di dalam grup tersebut tidak pantas dan berpotensi memberi pengaruh buruk, khususnya bagi kalangan remaja.
Pada Jumat, 23 Januari 2026, salah seorang warga Kuansing yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kekhawatirannya kepada wartawan centralinformationasean.com. Ia menyebutkan bahwa grup tersebut telah menyebar luas dan dapat diakses dengan mudah oleh pengguna Facebook, termasuk anak-anak dan remaja.
Menurutnya, berbagai unggahan yang terdapat di dalam grup itu tidak sejalan dengan nilai-nilai sosial, adat istiadat, serta budaya yang selama ini dijunjung oleh masyarakat Kuansing.
“Kami merasa tidak nyaman dengan keberadaan grup tersebut. Kontennya mengarah ke hal-hal negatif dan dikhawatirkan dapat memengaruhi kondisi psikologis serta moral generasi muda,” ujarnya.
Ia berharap instansi terkait, baik pemerintah daerah maupun aparat berwenang, dapat segera melakukan penelusuran serta mengambil langkah yang diperlukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas media sosial dinilai perlu diperketat agar tidak menimbulkan dampak sosial di kemudian hari.
Hingga berita ini diterbitkan, centralinformationasean.com masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh keterangan resmi mengenai tindak lanjut atas laporan masyarakat tersebut.












