ArtikelNasional

Hancurkan Bangsa dengan Program Makan Sampah Gratis…

10
×

Hancurkan Bangsa dengan Program Makan Sampah Gratis…

Sebarkan artikel ini

Centralinformationasean.com ,Opini, Ada Istilah kata Panem et Circenses
Tips Kilat Menghancurkan Bangsa Besar dengan Program Makan ( Sampah Red.) Gratis.

Barangkali Tidak ada yang meragukan kebesaran Bangsa Romawi. Hingga puncak keemasannya, republik yang kemudian berubah menjadi kerajaan karena rasa tamak kekeluargaan ini menguasai mayoritas Benua Eropa, hingga sebagian Timur Tengah dan Afrika.

Banyak terlahir tokoh politik dan militer terkenal dalam catatan sejarah muncul dari Bangsa ini.Namun mengapa Romawi tidak eksis di peradaban modern.

Selain ketidakadilan penguasa yang dimulai oleh Julius Caesar untuk menyerahkan proses pergantian kepemimpinan kepada demokrasi, juga terkorupsinya spirit kerja keras mereka akibat buaian pogram bagi-bagi makanan gratis demi dukungan politik, atau dikenal juga dengan nama sindiran Panem et Circenses alias Roti Kadaluwarsa Beracun dan Hidup Raktae seperti Sirkus.

Pada masa kejayaan Romawi, sebagian besar penduduk terpusat di Kota Roma, terutama penduduk yang memiliki hak pilih sebagai Bangsa Romawi asli. Untuk bisa mendapatkan suara, maka janji makanan gratis selalu disebarkan. Politikus yang berambisi terpilih sebagai penguasa bahkan mewujudkannya dalam bentuk kampanye dan hiburan di sirkus yang boleh diikuti siapa saja yang bersedia memilihnya.

Trik ini begitu berhasilnya sehingga hampir semua politikus mempraktikkan janji surga seperti ini.

Akibatnya sangat fatal. Di puncak popularitas bagi makan gratis ini, nyaris separuh warga Kota Roma bergantung hidup kepada pembagian gandum dan roti untuk mencukupi hidup dirinya dan keluarga sepanjang tahun. Tidak perlu lagi bekerja keras, karena toh politikus sudah menjanjikan akan mencukupi kebutuhan mereka secara cuma-cuma,Pikir mereka , …tak ada istilah Makan siang Gratis ,semua harus membayarnya ,apalagi yang menawarkan program adalah politisi .

Dan celakanya, Roma bukanlah kota yang self sufficient. Harus ada yang dikorbankan untuk memenuhi kebutuhan yang makin lama makin membengkak ini. Akibatnya Romawi harus terus-menerus berekspansi dan memeras kota-kota lain yang telah mereka taklukkan. Pemberontakan akhirnya menjalar di mana-mana, karena ketidak adilan terjadi. Mereka yang tinggal di luar Roma, diperas habis-habisan keringatnya untuk membiayai kemalasan penduduk Roma.

Kondisi inilah yang memicu kekacauan terus-teruan di Romawi, sehingga pada puncaknya pembunuhan Caesar, dan selanjutnya setelah menjadi kerajaan, semakin lembeknya daya juang Bangsa Romawi membuatnya terpecah belah, hingga akhirnya pada tahun 410 Masehi kota Roma dibakar habis oleh Bangsa Visigoth. Romawi tidak lagi ditakuti seperti dulu. Eropa kemudian terpecah belah dan saling serang satu sama lain.

Kini, salah satu kandidat di capres menawarkan hal serupa, membesarkan dan memperkuat bangsa dengan janji program bagi makan gratis.

Maka kita perlu belajar dari sejarah dan mengkritisi usulan ini. Mungkin selintas terdengar menarik dan populis, sehingga efektif mendatangkan suara demi memenangkan Pemilu, namun apakah kepentingan sesaat ini cukup sepadan dengan ancaman melemahnya spirit bertahan hidup Bangsa Indonesia, bahkan mungkin berujung bubarnya negara ini karena lagi-lagi tercipta ketidak adilan.

Jakarta, misalnya, yang jelas tidak akan mampu menghasilkan bahan makanannya sendiri, akan dengan cepat menghisap dan memeras kekayaan alam dari provinsi sekitarnya, hanya demi meraup suara. Ini tentu mirip dengan posisi Roma sebagai ibukota Romawi dalam sejarah.

Sesuai kata pepatah, bahkan keledai pun tidak akan terjebak tiga kali di lubang yang sama. Masa iya, kita sebagai manusia, menafikan catatan sejarah.

( Sholihul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *