Nasional

Kadis PMD Madina: Kami Akan Meneliti Kasus Kades Kampung Sawah

107
×

Kadis PMD Madina: Kami Akan Meneliti Kasus Kades Kampung Sawah

Sebarkan artikel ini

Mandailing Natal – centralinformationasean.com –
Viralnya sebuah pemberitaan dari berbagai media yang belakangan ini bergemuruh di Kabupaten Mandailing Natal terkait Kepala Desa Kampung Sawah (Ar) terpergok membawa jalan seorang perempuan berinisial (Us) yang berstatus masih istri sah dari seorang pria bernama (SM) terus saja menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah Masyarakat Desa Kampung Sawah, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Bahkan peristiwa memalukan yang dilakukan oleh seorang Kades tersebut sudah mencuat sampai ke luar daerah Kabupaten Madina.

Perilaku tidak terpuji yang telah dilakukan oleh Kades Kampung Sawah (Ar) dipandang tidak lagi mencerminkan karakter seorang pemimpin, apalagi diketahui Kades tersebut juga sering menjadi Imam di Mesjid, namun dengan perbuatannya yang membawa-bawa istri orang sudah tidak lagi memberikan contoh baik bagi masyarakatnya, dan otomatis akan menimbulkan trauma mendalam bagi keluarganya sendiri.

Selain itu, menurut informasi dari beberapa sumber bahwa sebelumnya antara (Ar dan Us) juga pernah memiliki sebuah hubungan spesial cinta terlarang sampai adanya surat perjanjian tertulis antara kedua belah pihak karena ketahuan oleh (SM) suaminya (Us) dari percakapan singkat mereka melalui WhatsApp.

Akibatnya, dikabarkan sejumlah masyarakat Desa Kampung Sawah pada saat ini mulai mengumpulkan tandatangan untuk membuat permohonan usulan pemberhentian (Ar) dari jabatannya sebagai Kepala Desa Kampung Sawah, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, karena dinilai telah merusak dan mencoreng nama baik dan marwah Desa Kampung Sawah.

Katua Badan Permusyawatan Desa (BPD) Desa Kampung Sawah ‘Adnan’ kepada awak media mengatakan sejumlah warga Desa Kampung Sawah datang menemuinya meminta agar BPD mengeluarkan surat permohonan usulan pemberhentian (Ar) dari jabatannya sebagai Kepala Desa atas perilaku yang dilakukannya dengan pandangan sudah mencoreng nama baik desa Kampung Sawah.

“Tadi malam sejumlah warga menemui saya untuk dilakukan musyawarah terkait dugaan kasus perselingkuhan Kepala Desa Kampung Sawah, mereka meminta agar BPD mengeluarkan surat permohonan Kepada Bupati Madina agar (Ar) diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Desa”, ungkap Adnan melalui pembicaraan lewat telephone WhatsApp pada, Kamis (12/12/24) Pukul 09:00 Wib.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadis PMD) Kabupaten Mandailing Natal ‘Irsal Pariadi, S.STP’ saat di konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp mengatakan akan meneliti dan meminta keterangan dari Camat setempat terkait kasus dugaan perselingkuhan Kepala Desa (Kades) Kampung Sawah, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal.

“Kalau ada permohonan, disilahkan untuk di ajukan ke pak Bupati, kami juga akan meneliti dan meminta keterangan dari pak Camat”, sebutnya melalui pesan singkat WhatsApp pada, Kamis (12/12/24) pukul 09:37 Wib.

Sebelumnya pemberitaan yang telah viral di beberapa media online tentang peristiwa terjadinya pencegatan mobil Kepala Desa Kampung Sawah (Ar) yang dilakukan seorang pria inisial (SM) di jalan Desa Patiluban Hilir, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal pada, Sabtu (7/12/24) kemaren semakin memanas.

Diketahui sebelumnya, motif terjadinya pencegatan yang berujung kepada pengrusakan kaca mobil diduga akibat buaian gelombang asmara (Ar dan Us) dari Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK), sehingga disinyalir hubungan terlarang keduanya telah menimbulkan pertengkaran sengit di antara Suami-Istri sampai-sampai berujung kepada penganiayaan dan pengerusakan.

Modus awal beli duren, kuat dugaan belah duren.
Beginilah perilaku seorang oknum pemimpin zaman sekarang, harapan masyarakat terhadap perubahan yang jauh lebih baik di Desa Kampung Sawah kini pupus sudah, yang ada malah sebaliknya, nama baik dan citra Pemerintahan Desa Kampung Sawah saat ini mulai tercoreng ulah Nafsu sesaat sang Kadesnya sendiri.

Mengapa awak media berasumsi kepada hubungan perselingkuhan yang terjadi antara Kades dan Us istrinya SM? Hal itu setelah mengumpulkan sejumlah informasi dari beberapa narasumber, dari sejumlah keterangan yang dihimpun awak media, semua pembicaraan mengarah kepada dugaan adanya hubungan lama sebelumnya yang pernah terjalin antara Kades Kampung Sawah (Ar) dengan (Us) istri dari (SM) alias Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK).

Hubungan keduanya ini dikabarkan pernah terhenti karena ketahuan oleh suami Us berdasarkan dari adanya pembicaran akrab antara keduanya melalui pesan singkat WhatsApp. Kemudian suami Us keberatan meskipun akhirnya berdamai di atas kertas dengan kalimat kedua belah pihak berjanji tidak mengulangi lagi perbuatan yang sama.

Pasca kejadian pencegatan yang dilakukan oleh SM suaminya Us, Kades Kampung Sawah (Ar) setelah dikonfirmasi mengatakan bahwa pada tuduhan perselingkuhan dirinya dengan Us seperti dalam pemberitaan pertama yang sempat viral tidaklah benar seperti itu. Ar mengakui awalnya dia diajak ketiga perempuan itu (Us, Ms dan Bs) untuk membeli durian ke dalan lidang simpang gambir, dan mengaku tidak ada hubungan istimewa apapun yang terjadi.

“Itu tidak benar bang, kami di dalam mobil tidak berdua tapi ada tiga orang cewek, semuanya berstatus istri orang, awalnya saya diajak beli durian ke dalan lidang simpang gambir, namun pas pulangnya, suami Us mencegat kami di jalan Desa Patiluban Hilir dan langsung memecahkan kaca mobil saya, sayapun sempat melihat Us memukul istrinya bang”, Jawab Kades Kampung Sawah saat di konfirmasi via pesan singkat WhatsApp pada, Minggu (8/12/24) kemaren.

Keterangan lain yang berhasil dihimpun awak media dari seseorang warga Desa Kampung Sawah sebut saja namanya Z (nama samaran) membenarkan kejadian tersebut, namun ia mengatakan tidak merasa heran lagi dengan keberadaan si (Us) istri dari (SM) yang berada di dalam mobil sang Kades Kampung Sawah (Ar), karena menurutnya itu adalah sebuah hubungan istimewa (cinta terlarang) yang dulunya pernah mereka rajut, namun hubungan itu sempat terhenti karena pernah ketahuan oleh (SM) suaminya (Us) berdasarkan percakapan singkat mereka berdua melalui WhatsApp, sehingga pada waktu itu dibuatlah surat perjanjian antara kedua belah pihak (Us dan Ar) untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi dikarenakan keduanya sudah sama-sama berkeluarga dan masing-masing memiliki anak.

“Benar pak, suami Us memergoki langsung keduanya berada di dalam mobil waktu pencegatan itu terjadi. Tapi si Kades langsung kabur ke arah hutan, mungkin untuk menghindari amukan warga”, terang Z (bukan nama sebenarnya).

Sementara itu, Keterangan lain yang diperoleh keterangan dari seseorang, sebut saja namanya K (identitas dirahasiakan) yang juga merupakan warga Desa Kampung Sawah, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal bahwa, sekitar 8 (delapan) bulan sebelumnya si Kades (Ar) dengan si (Us) pernah menjalin hubungan perselingkuhan, tapi sempat berhenti karena ketahuan oleh suami (Us) bernama (SM), hingga keduanya membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama.

Namun, si (K) mengatakan kalau si Kades dan Us tidak menepati janji yang tertulis dan disepakati sebelumnya, sehingga ia pun berasumsi bahwa terjadinya pencegatan yang dilakukan oleh (SM) suaminya (Us) di jalan Desa Patiluban Hilir akibat dari hubungan perselingkuhan lama antara (Ar dan Us) terulang kembali.

“Kita tidak menuduh ya pak, tapi menurut saya, mengapa mereka satu mobil berduaan, kalau berempat saya kurang tau pak, tapi yang jelas, mereka itu dulu sudah pernah ketahuan selingkuh, dan sudah dibuat surat perjanjian untuk tidak mengulanginya kembali, nah ini tertangkap basah langsung oleh suaminya Us di dalam mobilnya si Kades, apa kita yakin gak ada hubungan apa-apa lagi antara mereka berdua, bisa sajakan perselingkuhan lama itu terulang lagi”, kekeh si K bercerita kepada awak media.(8/12/24) Pukul 15:37 sore disalah satu tempat di Kota Panyabungan.

Keterangan lainnya, seorang pria inisial (H) suami dari (Ms) mengaku bahwa pada saat terjadinya pencegatan yang dilakukan oleh (SM), istrinya (Ms) tidak ikut berada di dalam mobil si Kades karena sudah pulang duluan sebelum pencegatan itu terjadi.

“Istri saya tidak ikut di dalam mobil pada saat pencegatan itu, dia sudah pulang duluan sebelum pencegatan itu terjadi”, ungkapnya kepada awak media.

Lain lagi dengan keterangan dari salah satu pemilik akun media sosial berinisial (Si) mengatakan bahwa Kepala Desa (Kades) Kampung Sawah (Ar) dulunya juga pernah memiliki hubungan istimewa (pacaran) dengan wanita bersuami inisial (Us) tersebut.

“Kabarnya cinta lama bersemi kembali bang”, kekehnya.

Sementara pada konfirmasi awal dengan Kepala Desa Kampung Sawah (Ar) mengatakan bahwa selain Us dan dirinya, masih ada dua orang perempuan lagi di dalam mobil yang statusnya masih bersuami. Ia membantah dituduh selingkuh tengah berduaan di dalam mobil saat di cegat oleh (SM) suaminya (Us). Karena katanya mereka tidak berdua, melainkan berempat, dan itupun awalnya karena ketiga perempuan itu mengajak dirinya untuk membeli buah durian ke Dalan Lidang Simpang Gambir.

“Dalam mobil kami ada 4 (empat) orang bang, tiga perempuan dan saya sendiri sopirnya. Kami lagi mau pulang abis beli durian dari dalan lidang simpang gambir, tiba-tiba dipepet mobil saya di Patiluban Hilir oleh suaminya Us, dan langsung mengambil batu dan memecahkan kaca mobil saya”, sebut Kades Kampung Sawah via pesan singkat WhatsApp sekitar pukul 10:42 Wib, Minggu (8/12/24) pagi kemaren.(MJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *