Nasional

Latar Belakang Gus Miftah Penghinan Penjual Es Teh Grabag ,Magelang , dicecar Nitizen .

10
×

Latar Belakang Gus Miftah Penghinan Penjual Es Teh Grabag ,Magelang , dicecar Nitizen .

Sebarkan artikel ini

Centralinformationasean.com, 4/12/2024, Magelang, Gus Miftah pernah berkuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tetapi tidak selesai di tahun akhir. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam Sultan Agung Semarang pada 2023.

Sewaktu kuliah, ia aktif di Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama.

Sebagai ustaz, ia berdakwah ke kaum marjinal.

Namanya mulai dikenal ketika video dirinya saat memberikan pengajian di salah satu kelab malam di Bali viral.

Miftah Maulana Habiburrahman (lahir 5 Agustus 1981), atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, adalah seorang mubalig dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman.

Saat ini ia menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Ia merupakan keturunan ke-9 Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo.

Sedang Objek Sasaran Fake adalah
Pak Pun atau Pak Dolop, pedagang es teh yang Terdampak dihina Gus Miftah mengaku sakit hati.

Hal itu diungkap saat berbincang dengan selebgram Clara Shinta melalui video call dan diunggah di akun Instagram @clarashintareal.

Awalnya, Clara Shinta menanyakan Pak Pun saat mendengar candaan yang dilayangkan Gus Miftah atau dai yang memiliki nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman, pendakwah yang kini menjadi Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

“Ya sakit lah, kecewa karena niatnya jualan untuk anak istri, tapi kok malah digituin,” kata Pak Pun

“Bapak Ridho Dibecandain gitu? Bapak sudah iklhas?”

Ternyata gampang banget bagi Allah mengangkat derajat seseorang dalam 1 malam.

Dan menghancurkan derajat seseorang dalam 1 malam,” tulis netizen.

“Kereeennn gercepp.. abis di jatuhin langsung Oleh allah tolong dan angkat di muliakan Allah.. salut buat org2 baik yg gercep,” tulis netizen.

“Secepat itu Allah kasi liat kuasanya,baru juga kemarin sudah diangkat derajat beliau sudah bnyak skli yang empati kepada beliau. Sesederhana ini juga Allah menampar kita bahwa beragama endingnya adalah menjadi manusia yang baik yang vertikal horisontal hubungannya ke sesama dan ke Dia yang maha kuasa bahkan kepada jagat raya. Agama tidak pernah salah,cara beragama manusia yang bisa salah.

Banyak sekali pemangku agama hari ini tapi tidak sesuai perilakunya dengan hakikat beragama itu sendiri. Wallahu a’lam.

Sehat-sehat semua orang yang sedang mencari nafkah dan juga orang-orang yang mampu memanusiakan manusia, kita mmng perlu sekali meningktkan minat manusiawi kita,” tulis netizen.

“Percaya deh bapak es teh ini lebih mulia dari yg ngomong di panggung saat itu juga, bapak memilih untuk diam, sabar. sehat sehat bapak,” Tulis netizen.

“Semoga Allah SWT angkat derajat beliau dan keluarganya. Jujur saya sedih banget dengan olok-olokan tersebut..,”tulis netizen.

Sebelumnya, Gus Miftah mengolok-olok seorang pedagang es dalam acara Magelang Bersholawat Bersama Gus Miftah Habiburrohman, Gus Yusuf Chudlori, Habib Zaidan Bin Yahya.

Pak Pun, pedagang es teh dan air mineral kemasan hadir di acara tersebut dan berdiri di antara para jemaah. Es teh itu dibawanya di atas kepala.

Sebagian yang hadir di acara itu berteriak meminta Gus Miftah memborong dagangan pria yang menyaksikan dakwah sambil berdiri itu. Namun, Gus Miftah nyeletuk mengolok-olok pedagang minuman itu.

Es tehmu masih banyak tidak? Masih? Ya sana jual go*l**!” celetuk Gus Miftah pakai bahasa Jawa yang disambut tawa mereka yang sepanggung dengan dirinya, dikutip dari YouTube PCNU Kabupaten Magelang, Selasa (3/12/2024).

Penjual es itu hanya bisa terdiam diolok-olok Gus Miftah.

Tangan kanannya yang tadinya memegang tatakan es teh dan air mineral kemasan dagangannya diturunkannya. Bapak penjual es teh itu pun menghela napas.

(Sholihul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *