Centralinformationasean.com)Tapteng —Sumatara Utara, massa yang tergabung dalam Aliansi wartawan sibolga tapteng Peduli Transparansi menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), pada Kamis (11/7/2025). Aksi damai ini dipimpin langsung oleh Roberto selaku penanggung jawab aksi dan juga orator utama.
Roberto, dalam orasinya yang berapi-api, menuntut pemerintah daerah agar segera membuka secara detail penggunaan dana desa, dana alokasi khusus, serta alokasi dana desa (ADD) yang selama ini dinilai tidak transparan dan rawan diselewengkan. Ia juga menyoroti kurangnya pengawasan dan minimnya pelibatan masyarakat dalam perencanaan serta pelaksanaan program di tingkat desa.
“Kami menuntut keterbukaan dan transparansi penuh! Masyarakat berhak tahu ke mana uang rakyat digunakan. Jangan ada lagi praktik-praktik manipulasi data anggaran dan proyek fiktif yang merugikan desa-desa di Tapteng,” tegas Roberto di hadapan para peserta aksi yang membawa berbagai spanduk bertuliskan ‘Usut Tuntas Penyelewengan Dana Desa’ dan ‘Berikan Hak Rakyat!’.
Aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini berjalan damai dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian Polres Tapteng dan Satpol PP. Massa sempat melakukan long march dari lapangan Simpang alun alun Pandan hingga ke kantor Bupati Tapteng, kemudian dilanjutkan ke kantor Dinas PMD Tapteng.
Dalam data yang dihimpun, ada beberapa desa di Kabupaten Tapteng yang disinyalir tidak melaksanakan program sesuai perencanaan, serta terjadi dugaan mark-up anggaran hingga miliaran rupiah.
Roberto juga menyebut adanya laporan masyarakat terkait pembangunan infrastruktur yang mangkrak, kualitas proyek yang buruk, serta pemotongan bantuan langsung tunai desa.
Selain orasi, Roberto juga menyerahkan berkas berisi penerima dana publikasi beberapa oknum wartawan dan bukti-bukti pendukung kepada Kepala Dinas PMD Tapteng.
Berkas diterima langsung oleh perwakilan dinas di halaman kantor, disaksikan oleh perwakilan demonstran.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, menyampaikan bahwa pihak pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan melakukan audit mendalam terhadap penggunaan dana desa.
“Kami akan membentuk tim independen untuk memeriksa laporan yang masuk. Kami mendukung penuh gerakan masyarakat yang mengawasi jalannya pemerintahan. Semua akan kami lakukan sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku,” jelasnya di hadapan massa aksi.
massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah mendapatkan komitmen dari pihak pemerintah untuk segera melakukan klarifikasi publik.
Roberto menegaskan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada tindak lanjut nyata dari pemerintah daerah, mereka akan kembali turun dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Kami akan terus kawal sampai tuntas. Ini bukan aksi terakhir jika suara rakyat diabaikan,” tutup Roberto dengan lantang sebelum meninggalkan lokasi aksi.
Aksi ini menjadi salah satu bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam mengawal tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di Kabupaten Tapanuli Tengah.tuturnya.
(Wakil Redaksi)












