Centralinformationaaean.com, 4/11/2023, Agama, Beberapa orang tamu menanyakan niat mulia mereka untuk meningkatkan iman dan takwa dan ibadah para warga. Yakni akan menggelar shalat tahajjud bersama-sama setiap malam.
Gus Baha’ menukas cepat, “Ora usah aneh-aneh…Ora Usah.”
“Lho, Gus, ini kan amal soleh, bahkan ayatnya ada dalam al-Qur’an, waminal laili fatahajjad bihi nafilatan laka….”
“Koyok Cah Tsanawiyah wae senengane ndalil, heee..( seperti anak anak Saja Red.)..”
“Gus, mohon dukungannya, ini program yang sangat mulia. Rasulullah Saw dikabarkan shalat sampai betisnya bengkak kan…..”
“Rungokno,” kata Gus Baha’. “Tahajjud iki sunnah. Tur tidak ada aturan berjamaah. Sehingga bisa dilaksanakan sendiri-sendiri. Mbok kiro ngeloni bojo ki ora berpahala gede, po? Tok kiro istirahat wengi ben sesuk sehat sregep nyambut gawe demi nafkahi anak bojo ki ora gede pahalane?”Terangnya.
“Iya sih, Gus, tapi ini kan maksud kami adalah menggalang kemuliaan..” Terangnya.
“Wes, rasah aneh-aneh. Islam iki ra angelan. Gampangan banget.
Sek marai angel rak ming sampeyan-sampeyan iki.
Opo sek tok pikir mulia bukanlah satu-satunya kemuliaan di mata Allah Swt.
Benke Allah Swt sek ngerteni, ora awak dewe, menungso akhir zaman ngene.
Wes, saiki sampeyan-sampeyan balio, keloni bojone dewe-dewe.
Dewe-dewe lho ya.
Ora usah berjamaah….”
cletuknya.
( Sholihul)












